Dalam dunia ilmiah, setiap kebaikan, kebenaran adalah mutlak, namun selalu diperlukan untuk bertanya tentang maeri atau oyek yang ingin diketahui, dikaji, didalami, diselami. Pertanyaan yangbersifat filsafat adalah pertanyaan yang teliti, dan didasarkan pada pemikiran tertentu. sedangkan jawabannya harus ditemukanmelalui pola berpikir tertentu dalam menemukan suatu kebaikan, kebenaran dari berbagai pengalaman. Pengetahuan adalah fakta dan pengalaman hidup. pengetahuan menjadi ilmu pengetahuan setelah memiliki karakteristik tertentu. pengetahuan apapun dapat dikategorikan dalam:
(1) etika, pengetahuan tentang apa yang baik dan apa yang buruk
(2) estetika, pengetahuan tentang mana yang indah dan mana yang jelek
(3) logika, pengetahuan tentang hal apa yang benar dan hal apa yang salah.
Melalui tiga hal yang mencirikan pengetahuan, yaitu apa (antology), bagaimana (epistemology), dan untuk apa, maka pengetahuan manusia itu disusun serta dimanfaatkan bagi kehidupan manusia. kegiatan berpikir ilmiah meliputi runtutan berpikir logik, dari kajian sesuatu yang umum menghasilkan sesuatu yang khusus, dan bergerak dari sesuatu yagn khusus ke generalisasi yang umum. Ilmu harus operasional, karena bukan hanya sarana berpikir belaka; fakta ialah pengalaman hidup yang menjadi ilmu pengetahuan oleh eksplanasinya dengan logika tertentu, yang jugaharus dijalani melalui analisis prosedur dan logika eksplanasi sebagaimana prosedur filsafat ilmu.
adapun kebudayaan ialah pencapaian sesuatu yang semakin bertambah dari generasi ke generasi dan melaui pendidikan diturunkan kepada generasi berikutnya. dengan demikian kebudayaan atau budaya itu adalah keperluan yang hakiki dalam membentuk kehendak medasar, yaitu agar manusia dapat dan mampu terus hidup, menyesuaikan dan menata lingkungan alam serta memanfaatkannya, termasuk melanjutkan generasinya.
Peradaban merupakan bagian yang tinggi dari kebudayaan. Seperti kebudayaan, peradaban meliputi segala aspek kehidupan, segala hasil karya manusia. membangun peradaban berarti membangun masyarakat beradap. Tujuan peradaban sendiri harus terbayang pada dasar-dasar filsafat dan agama yang merupakan roh peradaban tersebut. Pembangunan peradaban yang (berkelanjutan) harus memenuhi beberapa prinsip penting dalam masyarakat beradab, yaitu keadilan, kejujuran, kebenaran, kebaikan, keindahan dan kedamaian. Pembangunan (peradaban) berkelanjutan sendiri dapat didefinisikan sebagai suatu konsep pembangunan yang bertujuan untuk memenuhi kesejahteraangenerasi masa kini tanpa harus mengabaikan kemapuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhannya.
(dikutip dari Buku Suyartono, Good Mining Practice).